Sejarah Lahirnya Demokrasi

Sejarah Lahirnya Demokrasi
Lahirnya Demokrasi (Sumber Gambar: wikipedia)
1. Berawal dari Yunani

Secara historis, demokrasi telah tumbuh berkembang sejak jaman Yunani Kuno, yaitu pada masa Negara Kota (City State) Athena sekitar abad ke 6 sampai abada ke-3 sebelum Masehi (Sapriya, 2009: 107) Demokrasi yang dipraktekkan pada masa itu berbentuk demokrasi langsung dimana hak rakyat digunakan untuk menentukan keputusan politik yang dijalankan secara langsung oleh seluruh warga Negara berdasar prosedur mayoritas.

Demokrasi langsung seperti ini bertahan hingga sekitar abad ke-7 M digantikan dengan feodalisme di mana tokoh agama berperan sangat kuat dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan publik sekalipun. Kemudian demokrasi kembali tumbuh di Eropa menjelang abad 16 ditandai dengan adanya perjanjian para kaum bangsawan dengan raja Inggris yang berisi dua ha, yaitu adanya pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi manusia dianggap lebih penting daripada kedaulatan raja.

Momen penting lainnya yang menandai lahirnya kembali demokrasi adalah gerakan reformasi agama Marthin Luther yang menjadi cikal bakal Protestanisme. Gerakan-gerakan kritis terhadap kebekuan pemikiran keagamaan waktu itu menjadi semakin meluas hingga ke plosok dunia. Para ilmuwan muslim memberi kontribusi sangat besar dengan menghidupkan kembali spirit demokratis masyarakat Yunani.

Gagasan-gagasan demokrasi terus dikembangkan oleh para tokoh filusuf. Tokoh yang sangat berpengaruh hingga saat ini adalah John Locke (Inggris, 1632-1704) Inggris yang menekankan hak-hak politik setiap warga Negara mencakup hak untuk hidup, kebebasan, dan hak memiliki. Tokoh lainnya adalah Montesquieu (1689-1744) dari perancis. Menurutnya, sistem pokok yang dapat menjamin hak-hak politik rakyat adalah dengan sistem Trias Political, yaitu sistem pembagian kekuasaan dalam suatu Negara menjadi tiga, eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sistem  Trias Politica hingga kini dipakai oleh banyak Negara, termasuk Indonesia.

2. Demokrasi di Indonesia

Demokrasi di Indonesia dapat dibagi ke dalam empat periode, yaitu periode demokrasi parlementer, periode demokrasi terpimpim, periode orde baru, dan periode era reformasi.

a) Periode demokrasi parlementer berlaku setelah proklamasi, yaitu tahun 1945 hingga tahun 1959. Sistem demokrasi ini dianggap kurang cocok karena melahirkan fragmentasi politik berdasarkan afiliasi kesukuan dan agama. Pemerintah yang berbasis pada koalisi politik tidak bisa bertahan lama, hingga mengakibatkan distabilisasi politik nasional, bahkan disintegrasi nasional yang saat itu sedang dibangun.

b) Periode demokrasi terpimpin yang berlaku sejak tahun 1959 hingga 1965. Demokrasi ini memiliki cirri dominasi politik presiden dan ditandai dengan berkembangnya pengaruh komunis dan peranan tentara (ABRI) dalam panggung politik nasional. Kewenangan presiden yang hampir tanpa batas ini menimbulkan tindakan dan kebijakan yang menyimpang dari ketentuan undang-undang. Sistem ini berakhir dengan terjadinya gerakan pembantaian jenderal tanggal 30 September, hingga keluarnya Surat Perintah 11 Maret yang menjadi awal masa transisi dari orde lama ke orde baru.

c) Era orde baru dimulai tahun 1965 hingga 1998 yang ditandai dengan masa kepemimpinan Soeharto. Pada masa ini banyak dari produk legislasi di era orde lama dihapus. Misalnya ketetapan MPRS No. III/1963 yang menetapkan masa jabatan presiden Soekarno adalah seumur hidup yang dihapuskan dan jabatan presiden sejak saat itu dibatasi menjadi 5 tahun. Pada masa ini demokrasi terpimpin dihapuskan dan diberikan jaminan kebebasan bagi lembaga-lembaga peradilan. Namun pada akhirnya kepemimpinan Soeharto menunjukkan wajah yang otoriter. M. Rusli Karim (Ubaedillah:2007, 143) mengemukakan tujuh karakter order baru yang anti demokrasi , yaitu dominannya peran militer, birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik, pengebirian peran dan fungsi partai politik, campur tangan pemerintah dalam  urusan partai politik dan public, politik masa mengembang, monolitisasi ideology Negara, dan inkorporasi lembaga nonpemerintah.

d) Periode era reformasi yang dimulai sejak tahun 1998 yang ditandai dengan jatuhnya presiden Soeharto. Demokrasi yang diusung gerakan reformasi adalah demokrasi yang sesungguhnya. Wacana demokrasi pasca-orde baru erat kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat madani dan penegakan HAM secara konsekuen dan sungguh-sungguh.

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Lahirnya Demokrasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel