-->

Deskripsikan teknik observasi dan wawancara yang digunakan pada Studi Lapangan Tentang Implementasi Kurikulum Merdeka di SD

Deskripsikan teknik observasi dan wawancara yang digunakan pada Studi Lapangan Tentang Implementasi Kurikulum Merdeka di SD
Dalam studi lapangan tentang implementasi Kurikulum Merdeka, terdapat beberapa teknik observasi dan wawancara yang dapat digunakan. Berikut deskripsi singkat tentang teknik-teknik tersebut:

Teknik Observasi:

1. Observasi Partisipatif

Peneliti aktif terlibat dalam situasi pembelajaran di lembaga pendidikan yang menjadi objek studi. Mereka mengamati proses pengajaran, interaksi siswa-guru, penggunaan materi ajar, dan segala aspek yang terkait dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

2. Observasi Non-Partisipatif

Peneliti bertindak sebagai pengamat yang tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Mereka melakukan pengamatan secara objektif terhadap berbagai aspek kurikulum, seperti materi ajar, lingkungan kelas, dan penggunaan teknologi pendidikan.

3. Observasi Terstruktur

Peneliti menggunakan daftar periksa atau pedoman pengamatan yang telah disusun sebelumnya untuk mengumpulkan data. Pedoman ini berisi poin-poin yang harus diamati, dan peneliti mencatat hasil observasinya sesuai dengan poin-poin tersebut.

4. Observasi Tak Terstruktur

Observasi yang dilakukan tanpa pedoman atau daftar periksa tertentu. Peneliti lebih bebas dalam mengamati dan mencatat berbagai aspek yang dianggap relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

Teknik Wawancara:

1. Wawancara Semi-Struktural

Peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya, namun memberikan fleksibilitas kepada responden untuk mengembangkan jawaban mereka. Ini memungkinkan penggalian informasi yang lebih mendalam.

2. Wawancara Tertutup

Wawancara dengan pertanyaan yang sudah ditentukan dan jawaban yang sangat terstruktur. Biasanya digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif yang dapat diukur secara lebih objektif.

3. Wawancara Terbuka

Wawancara tanpa pertanyaan yang sudah ditentukan. Peneliti memberikan kebebasan kepada responden untuk berbicara tentang pengalaman dan pandangan mereka terkait implementasi Kurikulum Merdeka.

4. Wawancara Fokus

Dilakukan dengan kelompok kecil responden yang memiliki pengalaman serupa. Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam melalui diskusi dan interaksi antarresponden.

5. Wawancara Telepon atau Online

Wawancara yang dilakukan melalui telepon atau platform online. Biasanya digunakan jika responden sulit diakses secara langsung.

Penting untuk merencanakan teknik observasi dan wawancara yang sesuai dengan tujuan studi dan karakteristik lembaga pendidikan yang menjadi objek studi. Kombinasi teknik-teknik ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang implementasi Kurikulum Merdeka serta dampaknya pada proses pembelajaran dan pengajaran.

Belum ada Komentar untuk "Deskripsikan teknik observasi dan wawancara yang digunakan pada Studi Lapangan Tentang Implementasi Kurikulum Merdeka di SD"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel