Mitos Menyeramkan Tembok Besar Cina

Mitos Menyeramkan Tembok Besar Cina
Mitos Tembok Besar Cina (Sumber Gambar: Google)
Mitos Tembok Besar Cina, Pembangunan tembok besar Cina ternyata tidak terlepas dari pengobanan penduduk Cina. Tembok Cina merupakan bukti sebuah kekuatan dan tekad yang keras. Pada saat membangun tembok ini, para budak khususnya budak laki-laki harus bekerja siang malam, mereka bekerja tanpa mendapat upah. Para pekerja ini harus naik turun gunung untuk mengangkut material. Pekerjaan yang begitu berat dan menguras banyak tenaga, sehingga memunculkan mitos pula.

Salah satu mitos yang beredar adalah kisah cinta yang terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Shih Huang Ti (Qin Shi-Huang). Menurut cerita pada masa itu, Kaisar Shi Huang Ti mendapat cobaan dari “Dewa Welas Asih” berupa 2 tangkai mawar. Mawar-mawar tersebut yang satu telah mekar sedangkan yang lain masih kuncup. Karena rasa sayang yang luar biasa terhadap permaisuri, mawar mekar diberikan pada Ibu Suri. Peristiwa inilah yang menjadi awal cobaan bagi Sang Kaisar. Mawar yang semula mekar dengan indahnya tiba-tiba layu, bersamaan dengan pudarnya kecantikan sang permaisuri, sebaliknya mawar mula-mula kuncup lama-kelamaan mekar dan keajaiban pun terjadi. Bersama mekarnya bunga mawar, mekar pula kecantikan Ibu Suri.

Konon kecantikan Ibu suri ini dapat mengalahkan kecantikan perempuan di seluruh negeri Cina, sehingga kaisar Shih pun tertarik untuk menikahi Ibu Suri. Tentu Ibu Suri menentang keras niat kaisar tersebut. Kaisar terus menerus memaksa ibu suri berpikir keras, bagaimana caranya untuk mencegah kemauan sang kaisar. Akhirnya Ibu Suri meluluskan permohonan sang kaisar dengan sebuah syarat, Ibu Suri mau menikah dengan kaisar Shih, tetapi kaisar harus menutup seluruh negeri Cina dari cahaya matahari pada hari pernikahan mereka.

Bagitu besar keinginan sang kaisar, sehingga beliau meluluskan persyaratan tersebu. Segera sang kaisar memerintahkan pada seluruh rakyat untuk mulai membangun Tembok Cina (tembok tersebut hanya berupa dinding sedangkan atapnya belum sempat dibangun). Begitu banyak rakyat yang mati dalam pembangunan tembok, akibatnya tenaga jadi berkurang dan pembangunanpun berjalan lamban.

Melihat pembangunan yang berjalan lamban kaisar sangat resah. Ia memutuskan untuk mendatangkan peramal untuk membantu masalah tersebut. Salah satu peramal memberikan pendapat, supaya sang kaisar mencari orang yang bermarga Wan (Hokkian = Ban Puluhan Ribu) untuk dijadikan tumbal yang ditanamkan di lokasi pembangunan.

Pada masa itu, hanya ada seorang yang bermarga ban di negeri Cina, yaitu Ban Ki Meng. Kaisar segera memerintahkan Ban Ki Meng untuk menghadap kaisar dan berakhirlah sebagai tumbal pembangunan tembok tersebut.

Meskipun cerita tersebut hanya mitos belaka, pada kenyataannya Tembok Cina membutuhkan banyak perngorbanan dan sekarang The Great Wall of Cina menjadi bangunan kebanggaan bangsa Cina.

Belum ada Komentar untuk "Mitos Menyeramkan Tembok Besar Cina"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel